Post Navigation Display

Home » , » PPP: Iptek Eliminir Perbedaan Penentuan Satu Syawal

PPP: Iptek Eliminir Perbedaan Penentuan Satu Syawal

PPP: Iptek Eliminir Perbedaan Penentuan Satu Syawal
Romahurmuzy




Liputan6.com, Jakarta: Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menilai para pemimpin umat Islam dari berbagai kelompok harus duduk bersama untuk menyelesaikan masalah perbedaan penentuan 1 Syawal yang terjadi pada hari ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi diyakini dapat mengeliminir perbedaan dan menjadi dasar penyatuan perbedaan.
"Para pemimpin umat Islam ke depan meskipun, hari ini (Selasa 30/8) dan besok (Rabu 31/8) ada yang merayakan Lebaran, maka Lebaran 2012 tak boleh terjadi lagi perbedaan," ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Romahurmuzy saat ditemui di kantor DPP PPP, Jakarta, Selasa (30/8).

Menurut Romahurmuzy, seluruh pemimpin umat Islam harus duduk dan bersatu padu menyatukan pendapat sehingga pertemuan tersebut mencapai titik yang merupakan simbol persatuan umat Islam di Indonesia. "Yang diperlukan adalah merendahkan egosentrisme dan menahan hasrat pribadi atas nama apapun," tutur Romy, sapaan akrab Romahurmuzy.


Lantaran menurut Romy, pada dasarnya dalam sebuah wilayah hukum yang sama, seharusnya tak terjadi Hari Raya Idulfitri yang berbeda. "Pemimpin umat memiliki pandangan yang bervariasi terhadap hari raya ini sebaiknya duduk bersama untuk menyepakati satu kriteria (perhitungan 1 Syawal). Jika kriteria itu tidak disepakati, maka perbedaan Lebaran akan terjadi kembali," jelas Romy yang juga merupakan Ketua Komisi IV DPR.(AIS)

Sumber: Liputan6.com

0 komentar:

Posting Komentar

About us

Diberdayakan oleh Blogger.

Disqus Shortname

Seorang lelaki akan berjuang sekuat tenaga tanpa putus asa hingga takdirnya terungkap ...selamat datang di http://arifcahyadiblog.blogspot.com ... semoga bermanfaat...

Recent Post

Anda pengunjung ke :

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Comments system

Find Us On Facebook

Flickr Images

PageNavi Results No.

Label Icons CSS

"Sejauh teori dalam matematika mengacu pada realita, mereka tidak pasti, sebaliknya, sejauh teori matematika itu pasti, maka mereka tidak mengacu pada realita" (Albert Einstein, Berlinghoff, 1968 : 15)

About Me

Foto saya
DKI Jakarta, Indonesia
Sebuah catatan belajar untuk diri sendiri dan orang lain yang akan memanfa'atkannya

Followers

Follow by Email

Label 4

Video Category

Test Footer 2

Disqus Shortname

Pages

Pages - Menu

Pages - Menu