Header Ads

Lapan: Terlalu Rendah, Hilal Tak Terlihat

Aktivitas rukyatul hilal

 

Muhammad Ali
Liputan6.com, Jakarta: Pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin mengatakan hilal (bulan) ketika matahari terbenam pada Kamis 19 Juli, terlalu rendah sehingga tidak akan bisa terlihat "Hilal kurang dari 1,5 derajat. Terlalu rendah untuk bisa diamati, cahayanya terlalu lemah," kata Deputi Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lapan itu di Jakarta. "Dengan demikian, bulan Sya'ban digenapkan menjadi 30 hari. Dan 1 Ramadan 1433 Hijriyah jatuh pada keesokan harinya Sabtu, 21 Juli," imbuhhya.

Ia menyayangkan awal Ramadan 1433 Hijriyah tahun ini kembali terjadi perbedaan di antara ormas Islam. Padahal sebenarnya perbedaan ini bisa dicairkan dan disatukan. "Pada saat Maghrib 19 Juli, hilal sudah di atas ufuk. Namun ketinggian hilal kurang dari dua derajat. Kondisi ini memang membuka peluang terhadap perbedaan," jelasnya. "Karena itu, yang diperlukan adalah persatuan," kata ilmuwan yang juga anggota Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama tersebut.

Saat ini, garis tanggal qamariyah dibuat berdasarkan kriteria yang ditetapkan dan mudah dibuat dengan menggunakan perangkat lunak astronomi yang kini sudah banyak tersedia, bahkan yang bisa diunduh secara gratis.

"Jadi hisab bukan lagi hal yang rumit, baik untuk menghitung masa lalu maupun masa yang akan datang. Jadi masalahnya adalah menafsirkan garis tanggal itu dan memilih kriteria yang kita gunakan. Untuk itulah, kriteria seharusnya ditentukan berdasarkan kesepakatan, karena tawaran kriteria astronomi juga beragam," ujarnya menjelaskan.

Ia mengatakan, kriteria Wujudul Hilal Muhammadiyah dengan hisab itu telah mengabaikan rukyat yang dasar hukumnya sudah ada dalam agama. Sementara menurutnya, awal Syawal 1433 H (Idulfitri 2012) akan jatuh secara bersamaan yakni pada 19 Agustus 2012. Hal ini, tambahnya, pada saat Maghrib 17 Agustus di seluruh wilayah Indonesia bulan masih di bawah ufuk atau belum wujud, sehingga tidak dalam posisi kritis.

"Dengan rukyat pun tidak mungkin ada kesaksian hilal. Artinya, 18 Agustus merupakan hari terakhir Ramadan. Sementara pada saat Maghrib 18 Agustus, bulan sudah cukup tinggi untuk bisa dirukyat, jadi ormas-ormas tak berbeda," katanya.(Ant/ADO)

Sumber: Liputan6.com

Tidak ada komentar

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.